'MITOS' MADU

'MITOS' MADU - Siapa yang tidak kenal madu ? ia adalah sejenis minuman yang berasal dari lebah. Sejak dulu madu sudah begitu akrab di sekitar kita, baik untuk konsumsi biasa atau pun sebagai obat herbal. Banyak hal yang kita dengar tentang madu, dan yang paling sering terdengar adalah tentang kualitas keasliannya. Banyak sekali kabar berita dan mungkin bisa kita katakan mitos-mitos masyarakat yang beredar yang menjelaskan tentang bagaimana memilih dan memastiakan keaslian madu. Beberapa saat lalu saya membaca sebuah artikel yang membahas tentang itu. Artikel itu sangat bagus saya nilai, karena mencantumkan hasil penelitian dan buku rujukannya. Nah hasil bacaan itu akan coba saya bagikan buat netter sekalian, jika benar semoga menjadi ilmu bagi kita, dan jika tidak silahkan ditanggapi, agar dapat diluruskan nantinya. Ada beberapa mitos (kalau bisa dikatakan begitu) dan juga anggapan kebanyakan orang yang akan coba dikaji dalam artikel tersebut, antara lain;

1. “Semut tidak suka madu”.  Ada beberapa anggapan bahwa semut tidak suka madu, ternyata anggapan itu salah dan itu hanya propaganda dari segelintir orang. Semut sangat suka sekali madu. B. Sarwono, pengarang buku “Kiat Mengatasi Permasalahan Praktis Lebah Madu” terbitan PT. Agromedia Pustaka, Jakarta. Di halaman 80 mengatakan bahwa : “kehadiran semut di sarang lebah madu dapat merugikan produksi, karena serangga itu memakan madu, tempayak, lilin dan sisa-sisa pakan lebah”. Semut secara alami terdapat dimana-mana, jika kehadirannya sedikit semut tidak banyak mengganggu. Sebaliknya bila jumlahnya banyak, semut akan menjadi hama bagi lebah. Pada serangan yang berat, lebah akan hijrah. Dari keterangan dua buku tersebut nyatalah bagi kita bahwa semut menyukai madu dan terbantahlah pernyataan yang menyatakan bahwa semut tidak suka madu. Memang sering kita dapati semut tidak mau masuk kedalam botol madu yang terbuka, itu bukan berarti semut tidak suka madu, akan tetapi lebih dikarenakan aroma madu yang keluar dari dalam botol itu yang membuat mereka tertahan, namun lihat bila madu tinggal sedikit atau madu berada di luar botol, maka secara alami semut akan mengerumuni. Kalau ada madu yang tidak disukai semut, justru itu yang harus diwaspadai, kalau-kalau ada bahan kimia berbahaya tercampur dalam madu tersebut, seperti etanol, cuka, dll.

2. “Madu asli tidak membeku di kulkas”.  Anggapan berikutnya adalah madu asli tidak membeku (mengental) di dalam kulkas. Ini juga perlu dipertanyakan kebenarannya, karena madu adalah zat cair yang kental yang mengandung 17 – 25 % air, dan tentunya semua air murni akan membeku pada suhu nol derajat. Madu akan menjadi beku (mengkristal) apabila kandungan glukosanya berlebihan. Usahakan kalau menyimpan madu jangan memasukkan ke dalam kulkas, karena selain membuatnya menjadi lembab juga bisa menimbulkan penggumpalan (mengkristal).

3. “Kuning telur akan masak bila dicampur madu”.  Banyak sekali orang yang masih beranggapan bahwa madu asli itu apabila dicampur dengan kuning telur maka kuning telur akan masak/matang. Sebenarnya itu bukan matang, tapi hanya menggumpal (koagulasi). Madu yang bersifat asam jika dicampur/bertemu dengan kuning telur yang mengandung protein dan lemak maka akan menggumpal. Cara ini adalah cara yang keliru, karena madu palsu pun bila dicampur dengan kuning telur, kuning telurnya juga akan menjadi masak, bahkan lebih masak dari madu asli. Kalau ini dijadikan acuan, maka madu asli akan dikatakan palsu dan madu palsu akan dikatakan asli. Cara mudah untuk mematangkan kuning telur tanpa menggunakan madu yaitu dengan cuka. Pertanyaannya, bagaimana kalau madu yang menurut kita asli tsb ternyata sudah dicampur dengan cuka, untuk menjawab mindset kita yang salah selama ini. Jadi, tidak benar jika madu asli bisa mematangkan kuning telur.


4. “Tidak tembus pada kertas koran”.  Ada juga orang yang mengatakan, apabila madu asli ditetes di kertas koran tidak akan tembus, pendapat ini juga kurang tepat. Karena madu palsu yang dibuat agak kental dengan kadar air di bawah 17% juga tidak tembus di atas kertas koran. Madu asli dari Sumatra dan Riau yang memiliki kadar air 22% sampai 26% tentu akan meresap di atas koran. Nah kalau ini dijadikan acauan untuk menetukan keaslian madu, maka yang asli akan jadi palsu dan yang palsu akan jadi asli. Jadi jelaslah bahwa tembus dan tidaknya diatas koran tidak menjadi acuan untuk menentukan asli dan tidaknya madu. Oleh karena itu, belilah madu dari orang yang benar-benar anda percaya.




Posting Komentar